MAKALAH
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
(DECISION SUPPORT SYSTEM)
Disusun oleh :
ARIF RAHMAN
1118R0669
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
HIMSYA
SEMARANG
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini. Yang mana makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
“Sistem Pendukung Keputusan‟, serta dengan maksud dan tujuan agar dapat lebih mengetahui
apa yang dimaksud dengan “Sistem Pendukung Keputusan‟ atau yang biasanya
diketahui dengan singkatan DSS yang berasal dari bahasa Inggris (Decision
Support System).
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak
kekurangan-kekurangan, hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan, serta
sumber yang kami miliki. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya
membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan penyusunan selanjutnya.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pembimbing Mata
Kuliah “Sistem Pendukung Keputusan‟
yaitu Bapak Seftia Lutfi, S.Kom,M.Kom, Sekaligus
Ketua STMIK HIMSYA Semarang, serta berharap
semoga makalah ini memiliki manfaat bagi Penulis
khususnya dan juga para pembaca pada
umumnya.
Semarang, 20 Juni 2021
Penulis
Arif Rahman
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. 1
DAFTAR ISI
............................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 3
1.1 Latar
Belakang....................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah
................................................................................. 5
1.3
Tujuan..................................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN
........................................................................................ 6
2.1 Pengambilan Keputusan
...................................................................... 6
2.2 Sistem Pendukung
Keputusan ............................................................. 7
2.3 Permodelan Sistem
Pendukung Keputusan ......................................... 10
2.4 Implementasi Sistem
Pendukung Keputusan ...................................... 12
BAB III KESIMPULAN
........................................................................................ 16
Daftar pustaka
................................................................................................ 17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Di era saat
ini, perkembangan teknologi
sangat berpengaruh terhadap
perkembangan bisnis yang ada. Suatu bisnis tidak lagi hanya dijalankan dengan
mengandalkan cara konvensional (produksi-distribusi- penjualan) semata, karena
harus ada suatu strategi baru agar bisnis yang dijalankan mampu bersaing dengan
bisnis yang sejenis lainnya. Untuk mendukung suatu bisnis yang dijalankan,
banyak sekali teknologi yang dikembangkan seperti Sistem Informasi. Salah satu
jenis sistem informasi seperti
Transactional Processing System
(TPS), sangat berperan besar dalam
menjalankan bisnis dari
yang paling sederhana
sampai yang kompleks, bahkan
secara langsung dapat mendukung kelancaran jalannya bisnis tersebut. Penggunaan
TPS secara nyata dapat digambarkan sebagai berikut: jika ingin melakukan
pemesanan dan pembelian tiket pesawat pada waktu dan kota tujuan tertentu,
dapat berjalan lancar karena dari pihak perusahaan agen tiket pesawat
menyediakan layanan untuk melihat status kursi yang masih kosong pada suatu
waktu dan kota tujuan tertentu. Contoh lainnya dapat dilihat jika anda pergi
berbelanja ke supermarket misalnya, setelah anda memilih barang pasti akan
melakukan transaksi pembayaran ke bagian
kasir sebelum anda
pulang dengan membawa belanjaan dan struk belanjaan. Nah
dengan begitu terlihat bahwa suatu bisnis
penjualan menggunakan suatu
sistem informasi untuk
mencatat semua transaksi penjualan di bagian kasir.
Melalui ilustrasi di atas, dapat diketahui peran dari TPS yang
mempunyai fungsi untuk menjalankan bisnis. Jika hanya mengandalkan TPS, maka
tidak akan diketahui perkembangan bisnis yang dijalankan, apakah meningkat atau
menurun secara drastis. Kemudian yang menjadi permasalahan yaitu bagaimana
dapat mengamati setiap perkembangan bisnis yang dijalankan atau sistem seperti
apakah yang dapat meningkatkan kualitas bisnis
yang dijalankan ? Jawaban pertanyaan tersebut adalah diperlukan “Sistem
Pendukung Keputusan (Decision Support System = DSS)”.
Kenapa harus menggunakan DSS? Karena DSS merupakan suatu sistem
yang menyediakan fasilitas untuk melakukan suatu analisis sehingga setiap
proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh para pelaku bisnis akan
lebih berkualitas dengan
melihat keadaan bisnis yang
sedang berjalan dan data-data
dari luar perusahaan serta data-data privat dari pengambil keputusan. Hal ini
sesuai dengan pendapat (Raymond McLeod dan George Schell, 2004) yang menjelaskan
bahwa “DSS menyediakan informasi pemecahan masalah maupun kemampuan komunikasi
dalam memecahkan masalah semi-terstruktur”.
Informasi dihasilkan dalam bentuk laporan periodik dan khusus, dan
output dari model matematika dan
sistem pakar. Dalam
banyak kasus, berbagai sistem informasi
yang digunakan tidak
memadai untuk membuat keputusan yang spesifik guna
memecahkan permasalahan yang spesifik. Sistem
pendukung keputusan sengaja
dibuat sebagai suatu
cara untuk memenuhi kebutuhan ini.
Proses pengambilan keputusan telah dianggap sebagai hal kritis di
perusahaan yang dicapai melalui
pengalaman. Tetapi, dengan semakin bertumbuhnya
tingkat kerumitan dari
bisnis tersebut telah
membuat proses pengambilan keputusan tersebut menjadi lebih sulit. Hal
itu disebabkan semakin banyaknya alternatif keputusan yang ada, semakin besar
pengaruh sebuah keputusan di dalam perusahaan dan semakin tidak tentunya perubahan
yang mungkin terjadi
di lingkungan perusahaan. Butuh suatu sistem pendukung
keputusan dimana sistem tersebut dapat memberikan informasi mengenai keputusan
yang terbaik berdasarkan informasi yang didapatkan.
Decision Support System
(DSS) atau Sistem Pendukung Keputusan (SPK), Secara umum didefinisikan sebagai
sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan baik kemampuan pemecahan
masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semi-terstruktur.
Konsep DSS merupakan sebuah sistem interaktif berbasis komputer yang membantu
pembuatan keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang bersifat tidak terstruktur dan semi terstruktur. DSS
dirancang untuk menunjang seluruh tahapan pembuatan keputusan, yang dimulai
dari tahapan mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan, menentukan
pendekatan yang digunakan dalam proses pembuatan keputusan sampai pada kegiatan
mengevaluasi pemilihan alternatif.
1.2.
Rumusan Masalah
1.2.1.
Apa definisi pengambilan keputusan ?
1.2.2.
Apa definisi
sistem pendukung keputusan
?
1.2.3.
Apa saja sistem
pendukung pengambilan
keputusan ?
1.2.4.
Apa tujuan sistem pendukung keputusan?
1.2.5.
Apa manfaat
sistem pendukung keputusan?
1.2.6.
Mengapa
menggunakan sistem pendukung keputusan?
1.2.7.
Apa
saja karakteristik sistem pendukung keputusan?
1.2.8.
Apa
saja komponen Sistem pendukung keputusan?
1.3.
Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas akhir mata
kuliah Sistem Pendukung Keputusan dan menjawab pertanyaan yang ada pada rumusan
masalah. Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan
baik bagi penulis
maupun bagi pembaca tentang sistem pendukung keputusan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi
2.1.1. Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systΔma) dan bahasa Yunani
(sustΔma) adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi
untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan
suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika sering kali
bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling
berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak,
contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari
beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga
membentuk suatu negara di mana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat
yang berada di negara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan
sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan
untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi
beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan
benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
2.1.2. Pengambilan Keputusan
Menurut Davis (1988) keputusan adalah
hasil dari pemecahan masalah yang
dihadapinya dengan tegas. Hal ini berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan mengenai apa yang harus dilakukan dan
seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan.
Keputusan dibuat untuk menghadapi masalah-masalah atau kesalahan
yang terjadi terhadap
rencana yang telah digariskan atau
penyimpangan serius
terhadap rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tugas pengambilan keputusan tingkatnya sederajad dengan tugas pengambilan
rencana dalam organisasi.
Ralph
C.
Davis (Hasan, 2004) memberikan definisi atau pengertian keputusan sebagai hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan jawaban
yang pasti terhadap
suatu pertanyaan.
Keputusan harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang
dibicarakan
dalam hubungannya dengan perencanaan. Keputusan
dapat pula berupa tindakan terhadap
pelaksanaan yang sangat menyimpang dari rencana semula.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa keputusan merupakan hasil dari proses memilih pilihan terbaik
diantara beberapa alternatif yang telah tersedia. Pada proses pengambilan
keputusan, kita akan berusaha mencurahkan segala pemikiran dan melakukan
kegiatan yang diperlukan untuk mendapatkan pilihan yang terbaik. Kegiatan yang
diperlukan adalah mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan serta
menentukan metode pengambilan keputusan yang akan digunakan sebagai dasar untuk
mengambil keputusan. Sebaga ilustrasi, dapat diibaratkan saat kita berada
dipersimpangan jalan dimana terdapat banyak alternatif jalan yang bisa dipilih.
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui informasi tentang keadaan
masing-masing alternatif jalan agar kita dapat menentukan jalan yang terbaik
guna mencapai tujuan yang kita inginkan. Informasi tersebut dapat berupa data
tentang panjang jalan (km), kondisi keadaan jalan (sangat baik, baik, cukup
baik, buruk, sangat buruk), arah jalan, jarak jalan dan informasi lainnya.
2.1.3. Sistem Pendukung
Keputusan
Menurut Raymond McLeod, Jr. (1998), sistem pendukung
keputusan
merupakan sebuah sistem
yang menyediakan
kemampuan
untuk penyelesaian
masalah dan komunikasi untuk
permasalahan yang bersifat semi-terstruktur.
Sedangkan menurut Wikipedia Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS)
adalah
bagian dari sistem informasi berbasis
komputer (termasuk sistem berbasis
pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung
pengambilan keputusan dalam suatu
organisasi atau perusahaan. Dapat
juga dikatakan sebagai sistem komputer yang
mengolah data menjadi informasi untuk
mengambil keputusan dari masalah
semi-terstruktur
yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan
pada
saat- saat yang tidak biasa.
Jadi sistem pendukung keputusan adalah sistem yang dipakai untuk
mendukung pengambilan keputusan
dalam
menyelesaikan suatu masalah
agar masalah yang ada dapat diselesaikan dengan baik.
2.2. Sistem Pendukung Keputusan
2.2.1. Tahapan Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan alternatif
tindakan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu. Pengambilan
keputusan dilakukan dengan
pendekatan sistematis terhadap permasalahan melalui proses
pengumpulan data menjadi informasi serta ditambah dengan faktor – faktor yang
perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Menurut Herbert A. Simon
(Kadarsah, 2002:15-16), tahap –
tahap yang harus
dilalui dalam proses
pengambilan keputusan sebagai berikut :
2.2.1.1
Tahap
Pemahaman
Tahap
ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika
serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses dan diuji
dalam rangka mengidentifikasikan masalah.
2.2.1.2
Tahap
Perancangan
Tahap
ini merupakan proses pengembangan dan pencarian alternatif tindakan /
solusi yang dapat diambil. Proses
tersebut merupakan representasi kejadian nyata yang disederhanakan, sehingga
diperlukan proses validasi dan vertifikasi untuk mengetahui keakuratan model
dalam meneliti masalah yang ada.
2.2.1.3 Tahap
Pemilihan
Tahap ini
dilakukan pemilihan terhadap
diantara berbagai alternatif
solusi yang dimunculkan pada tahap perencanaan agar ditentukan / dengan
memperhatikan kriteria – kriteria berdasarkan tujuan yang akan dicapai.
2.2.1.4
Tahap
Impelementasi
Tahap
ini dilakukan penerapan terhadap rancangan sistem yang telah dibuat pada tahap
perancangan serta pelaksanaan alternatif tindakan yang telah dipilih pada tahap
pemilihan.
2.2.2. Pihak Yang Berperan
Terdapat 5 pihak yang berperan dalam pengembangan Sistem Pendukung
Keputusan (SPK), kelima peran tersebut adalah:
2.2.2.1 Manajer atau Pemakai
Yaitu pihak yang terlibat langsung dengan proses pengambilan
keputusan, pihak yang harus mengambil tindakan dan bertanggung jawab terhadap
hasil tindakannya.
2.2.2.2 Penghubung
Yaitu pihak yang membantu pemakai, mungkin seorang asisten yang
bertugas menjalankan terminal, atau lebih dari sekedar itu.
2.2.2.3 Pembangun SPK atau Fasilitator
Yaitu pihak yang mengembangkan SPK khusus dari pembangkit SPK.
2.2.2.4 Pendukung Teknik
Yaitu pihak yang mengembangkan tambahan kemampuan atau komponen sistem
informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan pembangkit SPK. Database-database
baru, model-model analisis baru, dan tambahan format tampilan data merupakan
hasil kerja pendukung teknik.
2.2.2.5 Pengembang Peralatan
Yaitu pihak yang mengembangkan teknologi baru (baik hardware maupun
software), dan meningkatkan efisiensi hubungan antara subsistem dalam SPK.
2.3. Jenis-jenis Sistem Pendukung Keputusan
Berikut ini terdapat beberapa sistem
pendukung keputusan, terdiri atas:
2.3.1. Keputusan
Terstruktur
Keputusan terstruktur adalah keputusan yangdilakukan secara
berulang-ulang dan bersifat rutin. Informasi yang dibutuhkan spesifik,
terjadwal, sempit, interaktif, realtime, internal, dan detail. Prosedur yang
dilakukan untuk pengambilan keputusan sangat jelas. Keputusan ini terutama
dilakukan pada manajemen tingkat bawah.
Contoh: Keputusan pemesanan barang dan keputusan penagihan piutang,
menentukan kelayakan lembur, mengisi persediaan, dan menawarkan kredit pada
pelanggan.
2.3.2. Keputusan Semi terstruktur
Keputusan semi terstruktur adalah keputusan yang mempunyai sifat
yakni sebagian keputusan dapat ditangani oleh komputer dan yang lain tetap
harus dilakukan oleh pengambil keputusan. Informasi yang dibutuhkan folus,
spesifik, interaktif, internal, real time, dan terjadwal.
Contoh: Pengevaluasian kredit, penjadwalan produksi dan
pengendalian sediaan, merancang rencana pemasaran, dan mengembangkan anggaran
departemen.
2.3.3. Keputusan Tidak
Terstruktur
Keputusan tak terstruktur adalah keputusan yang penanganannya rumit
karena tidak terjadi berulang-ulang atau tidak selalu terjadi. Keputusan ini
menuntut pengalaman dan berbagai sumber yang bersifat eksternal. Keputusan ini
umumnya terjadi pada manajemen tingkat atas. Informasi yang dibutuhkan umum,
luas, internal, dan eksternal.
Contoh: Pengembangan teknologi baru, keputusan untuk bergabung
dengan perusahaan lain, perekrutan eksekutif.
2.4. Tujuan Sistem Pendukung Keputusan
Tujuan dari Sistem Pendukung
Keputusan
adalah
sebagai berikut (Turban, 2005):
2.4.1.
Membantu manajer
dalam pengambilan
keputusan atas masalah
semi terstruktur.
2.4.2.
Memberikan
dukungan atas pertimbangan
manajer dan bukannya di maksudkan untuk
menggantikan fungsi manajer.
2.4.3.
Meningkatkan efektivitas keputusan yang di ambil manajer lebih daripada perbaikan efisiensinya.
2.4.4.
Kecepatan komputasi. Komputer memungkinkan para pengambil keputusan untuk
melakukan banyak komputasi secara cepat dengan
biaya yang rendah.
2.4.5.
Peningkatan
produktivitas.
Membangun
suatu
kelompok pengambil keputusan, terutama para pakar, bisa sangat mahal. Pendukung terkomputerisasi bisa mengurangi
ukuran kelompok dan memungkinkan
para
anggotanya untuk
berada
di
berbagai
lokasi yang berbeda-beda (menghemat biaya perjalanan). Selain itu, produktivitas
staf
pendukung (misalnya analisis keuangan dan hukum) bisa di tingkatkan. Produktivitas
juga
bisa
di
tingkatkan menggunakan
peralatan
optimasi yang menentukan cara
terbaik
untuk
menjalankan
sebuah
bisnis.
2.4.6.
Dukungan kualitas. Komputer bisa meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat. Sebagai contoh, semakin
banyak data yang di akses, makin
banyak
juga alernatif
yang
bisa dievaluasi. Analisis resiko bisa di lakukan dengan cepat dan pandangan dari para
pakar (beberapa dari mereka berada di lokasi yang jauh) bisa dikumpulkan dengan
cepat dan dengan biaya yang lebih rendah. Keahlian bahkan bisa di ambil langsung dari sebuah sistem komputer melalui metode kecerdasan tiruan. Dengan komputer,
para pengambil
keputusan bisa melakukan simulasi yang kompleks,
memeriksa banyak scenario yang memungkinkan, dan menilai berbagai pengaruh secara cepat
dan
ekonomis. Semua kapabilitas tersebut mengarah kepada keputusan yang lebih
baik.
2.4.7.
Berdaya saing. Manajemen dan pemberdayaan sumber daya perusahaan. Tekanan persaingan menyebabkan tugas pengambilan keputusan
menjadi sulit. Persaingan
di dasarkan tidak hanya pada harga, tetapi juga pada kualitas, kecepatan,
kustomasi produk, dan dukungan pelanggan. Organisasi harus mampu secara sering
dan
cepat mengubah mode operasi, merekayasa ulang
proses dan struktur, memberdayakan
karyawan,
serta berinovasi.
Teknologi pengambilan keputusan bisa menciptakan pemberdayaan yang signifikan dengan cara memperbolehkan seseorang
untuk membuat keputusan yang baik secara cepat,
bahkan jika mereka memiliki pengetahuan yang kurang.
2.4.8.
Mengatasi keterbatasan kognitif dalam pemrosesan
dan penyimpanan. Menurut Simon
(1977), otak manusia memiliki kemampuan yang terbatas untuk memproses dan
menyimpan
informasi. Orang-orang
kadang
sulit mengingat dan menggunakan
sebuah informasi dengan
cara yang bebas dari kesalahan.
2.5. Manfaat Sistem Pendukung Keputusan
SPK
dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil
dari SPK adalah :
2.5.1. SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses
data / informasi bagi pemakainya.
2.5.2. SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah,
terutama dalam berbagai isu yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
2.5.3. SPK dapat menghasilkan solusi yang lebih cepat dan hasil
yang lebih dapat diandalkan.
2.5.4. Walaupun suatu SPK mungkin tidak dapat memecahkan masalah
yang dihadapi oleh pengambil keputusan, tapi dia bisa menjadi stimulan bagi
para pengambil keputusan dalam memahami masalah, karena mampu menghadirkan
berbagai solusi alternatif.
2.6. Alasan Menggunakan Sistem Pendukung Keputusan
Beberapa
keuntungan penggunaan SPK antara lain adalah sebagai berikut (Surbakti, 2002):
2.6.1. Mampu mendukung pencarian solusi dari berbagai permasalahan
yang kompleks.
2.6.2. Dapat merespon dengan cepat pada situasi yang tidak
diharapkan dalam kondisi yang berubah-ubah.
2.6.3. Mampu untuk menerapkan berbagai strategi yang berbeda pada
konfigurasi berbeda secara cepat dan tepat.
2.6.4. Pandangan dan pembelajaran baru.
2.6.5. Sebagai fasilitator dalam komunikasi.
2.6.6. Meningkatkan kontrol manajemen dan kinerja.
2.6.7. Menghemat biaya dan sumber daya manusia (SDM).
2.6.8. Menghemat waktu karena keputusan dapat diambil dengan cepat.
2.6.9. Meningkatkan efektivitas manajerial, menjadikan manajer
dapat bekerja lebih singkat dan dengan sedikit usaha.
2.6.10. Meningkatkan produktivitas analisis.
2.7. Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan
Dari
pengertian Sistem Pendukung Keputusan maka dapat ditentukan karakteristik
antara lain :
2.7.1. Mendukung proses pengambilan keputusan, menitik beratkan
pada management by perception.
2.7.2. Adanya interface manusia / mesin dimana manusia (user) tetap
memegang control proses pengambilan keputusan.
2.7.3. Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah
terstruktur, semi terstruktur dan tak
struktur.
2.7.4. Memiliki kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai
dengan kebutuhan.
2.7.5. Memiliki subsistem – subsistem yang terintegrasi sedemikian
rupa sehingga dapat berfungsi sebagai kesatuan item.
2.7.6. Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani
kebutuhan informasi seluruh tingkatan manajemen
2.8. Komponen Sistem Pendukung Keputusan
2.8.1. Subsistem Manajemen
basis data (Data Base Management Subsystem)
Subsistem data merupakan bagian yang
menyediakan data – data yang dibutuhkan oleh Data Base Management Subsystem (DBMS). DBMS
sendiri merupakan susbsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data-data
yang merupakan dalam suatu Sistem Pendukung
Keputusan dapat berasal dari
luar
lingkungan.
Keputusan pada manajemen level atas seringkali harus memanfaatkan
data
dan informasi yang bersumber dari luar perusahaan.
2.8.2. Subsistem manajemen
basis mode
2.8.2.1
(Model Base Management Subsystem)
Subsistem model dalam Sistem Pendukung
Keputusan
memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan alternative solusi.
Intergrasi model – model dalam Sistem Informasi
Manajemen yang berdasarkan
integrasi data
–
data
dari
lapangan menjadi
suatu
Sistem Pendukung
Keputusan.
2.8.2.2 Subsistem perangkat lunak penyelenggara dialog
(Dialog Generation
and
Management Software)
Subsistem dialog merupakan
bagian dari Sistem Pendukung Keputusan yang
dibangun untuk memenuhi kebutuhan
representasi dan mekanisme control selama proses analisa dalam Sistem Pendukung Keputusan ditentukan dari kemampuan
berinteraksi antara sistem yang terpasang dengan user. Pemakai terminal dan sistem perangkat lunak merupakan komponen – komponen yang terlibat dalam susbsistem dialog
yang mewujudkan komunikasi anatara user dengan sistem tersebut.
Komponen dialog menampilkan keluaran sistem bagi
pemakai
dan menerima masukkan dari pemakai ke dalam Sistem Pendukung Keputusan. Adapun subsistem dialog
dibagi menjadi tiga, antara lain
:
a. Bahasa Aksi (The Action
Language)
Merupakan tindakan –
tindakan
yang dilakukan user dalam usaha untuk membangun komunikasi dengan sistem.
Tindakan
yang dilakukan oleh
user untuk
menjalankan dan mengontrol sistem tersebut tergantung rancangan sistem yang
ada.
b. Bahasa Tampilan (The Display or Presentation
Langauage)
Merupakan keluaran yang dihasilkan oleh suatu Sistem Pendukung Keputusan dalam bentuk
tampilan –
tampilan
akan
memudahkan user
untuk mengetahui
keluaran sistem terhadap
masukan – masukan yang telah
dilakukan.
c. Bahasa Pengetahuan (Knowledge Base Language)
Meliputi pengetahuan yang
harus dimiliki user
tentang keputusan dan tentang
prosedur pemakaian Sistem Pendukung
Keputusan agar sistem dapat digunakan secara efektif. Pemahaman user terhadap permasalahan yang dihadapi dilakukan
diluar
sistem,
sebelum user menggunakan sistem untuk mengambil keputusan.
2.9. Keterbatasan Sistem Pendukung Keputusan
Setiap sistem teknologi pasti
memiliki kelebihan
dan keterbatasannya, sedangkan keterbatasan
sistem pendukung
keputusan yaitu :
2.9.1. Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak
dapat dimodelkan, sehingga model yang
ada
dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan
sebenarnya.
Misalnya
: kemampuan manusia untuk mengambil keputusan tidak hanya dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki,
tapi juga dari saran orang- orang di sekitarnya.
2.9.2.
Kemampuan suatu SPK terbatas pada perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya
(pengetahuan
dasar serta model dasar). Maksudnya bahwa sistem pendukung keputusan hanya bisa menyelesaikan
masalah sesuai data masukan yang diprogram
dalam sistem itu.
2.9.3. Proses - proses yang dapat dilakukan SPK biasanya juga tergantung pada perangkat
lunak
yang digunakan.
2.9.4.
SPK
tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki
manusia. Sistem ini dirancang
hanyalah untuk membantu pada saat pengambilan keputusan dalam
melaksanakan tugasnya sehingga ada permasalahan yang tidak bisa dikerjakan oleh
sistem pendukung keputusan dan
harus dikerjakan manusia.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pembahasan diatas, didapat beberapa kesimpulan, yaitu :
3.1.1. Pengertian sistem pendukung
keputusan adalah sistem yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan
dalam menyelesaikan suatu masalah.
3.1.2. Tujuan sistem pendukung keputusan
adalah membantu manusia dalam pengambilan keputusan supaya lebih cepat dan
tepat.
3.1.3. Jenis-jenis sistem pendukung
keputusan yaitu berdasarkan tingkatan teknologi adalah SPK spesifik dengan
karakteristik tertentu, pembangkit SPK dan perlengkapan SPK; berdasarkan tingkat dukungannya adalah Retrieve
Information Elements, Analyze Entire File, Prepare Reports from Multiple Files,
Estimate Decision Consequences, Propose Decision, dan Make Decision.
3.1.4. Komponen sistem pendukung keputusan meliputi
subsistem manajemen basis data, subsistem manajemen basis model dan subsistem
perangkat lunak penyelenggara dialog.
3.1.5. Proses dalam sistem pendukung
keputusan yaitu pemahaman, perancangan, pemilihan dan penerapan.
3.1.6. Keterbatasan sistem pendukung
keputusan yaitu hanya bisa menyelesaikan masalah berdasarkan program yang
ditanamkan, tidak dengan hal yang tak terduga seperti manusia.
DAFTAR
PUSTAKA
D., Tirtha Yoga. 2011. Perbedaan Sistem Pendukung Keputusan, Sistem Pakar dan Sistem Informasi Manajemen – Pertemuan 2. Diakses dari http://y0g4ajust.wordpress.com , pada 20 Juni 2021.
Haja, Ryu.
2014. “makalah Sistem pendukung keputusan (decision
support systems, DSS)”,https://www.academia.edu/27599412/makalah_Sistem_pendukung_keputusan_de cision_support_systems_DSS_docx, diakses pada 20 Juni 2021.
Haniif. 2007. Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Diakses dari
http://haniif.wordpress.com , pada 20 Juni 2021.
Laymond, Rajim. 2010. Tujuan Sistem Pendukung Keputusan. Diakses dari
http://sindarku.wordpress.com , pada 20 Juni 2021.
Santoso, Purnomo Budi.
2013. “DECISION SUPPORT SYSTEMS (DSS)”, https://budiakademikablog.wordpress.com/tag/decision-support-system/, diakses pada 20 Juni 2021.
Satriya. 2011.
Pengertian
Keputusan. Diakses dari http://id.shvoong.com , pada
20 Juni 2021.
Mitha. 2010. Sistem Pendukung Keputusan. Diakses dari http://blog.unsri.ac.id , pada 20 Juni 2021.
Utomo,
Adi. 2017. “Tahapan
Dalam Pengambilan Keputusan”, https://dconsultingbusinessconsultant.com/tahapan-dalam-pengambilan- keputusan/, diakses pada 20 Juni 2021.
Vief. 2011. 10 Definisi Sistem Pendukung Keputusan. Diakses dari
http://jejakjari007.blogspot.com , pada 20 Juni 2021.
Wikipedia.
Definisi Sistem. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem , pada 20 Juni 2021.
Slide Presentasi ada pada link dibawah iniπ
https://drive.google.com/file/d/1soWGN2UZuuFhBPAEr5wLe2_9jqycjeaM/view?usp=sharing

Komentar
Posting Komentar