MAKALAH
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN
Tugas ini dibuat
Untuk memenuhi Mata Kuliah “Pengantar Teknologi Informasi”
Dosen Pengampu
: Muhammad Syauqi
Disusun
oleh:
ARIF RAHMAN
(1118R0669)
Sistem
Informasi
Sekolah Tinggi
Manajemen Informatika dan Komputer
(STMIK HIMSYA)
SEMARANG
2020
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Alloh SWT, atas segala limpahan
rahmat, taufik, hidayah dan inayahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
yang berjudul “Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pendidikan” dengan hadirnya makalah ini semoga dapat memberikan
informasi bagi para pembaca, dan masyarakat pada
umumnya.
Sholawat dan salam tetap
tercurahkan dan dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, serta
keluarga, sahabat dan pengikutnya.
Penyusun menyadari tanpa
bantuan dari semua pihak, penulisan makalah ini mungkin tidak dapat tercapai. Oleh karena itu, penyusun
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Muhammad Syauqi
selaku Dosen Pengantar Teknologi Informasi di “STMIK HIMSYA” yang telah memberi
izin kepada penyusun untuk mengumpulkan data sebagai bahan dalam penyusunan
makalah ini.
2. Orang Tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan dan doá untuk kesuksesan pembuatan
makalah ini.
3. Teman-teman semuanya yang
telah memberikan motivasinya serta semua pihak yang telah membantu
terselesainya penyusun makalah ini.
Penyusun menyadari masih
banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini, karena
keterbatasan kemampuan yang penyusun miliki. Oleh karena itu, penyusun mohon
kritik dan sarannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.
Semarang,
29 Maret 2020
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN AWAL ………………………………………........................…..………………………..i
KATA PENGANTAR ………………..…………………........................…………..…………………ii
DAFTAR
ISI…………………………………………………………….......................……………...iii
BAB I PENDAHULUAN ...………………….......................……………....……………..…..1
1.1
Latar
Belakang ...…………………….....................………………………………..…1
1.2
Rumusan
Masalah ...……………………......................…………..………….……….1
1.3
Tujuan
Pembahasan Masalah ..………......................…………………………………1
1.4
Batasan
Masalah ……………………….....................………………………………..1
BAB II PEMBAHASAN
…………………………………........................……………………2
2.1 Pengertian
Teknologi Informasi ……….……….......................……………………….2
2.2 Fungsi
Teknologi Informasi dalam Pendidikan ……….......................…..……………2
2.3 Peranan
Teknologi Informasi dalam dunia Pendidikan …........................…………….4
2.4 Pergeseran
Yang Terjadi Akibat Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pendidikan
……………………………………………….....................................................………5
2.5 Pola-Pola
Komunikasi …………………….......................…………………………….5
2.6 Hambatan
Yang Terjadi Dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi Di Dunia Pendidikan
…………………………….................................………………………….7
BAB
III PENUTUP …………………………….......................……………………………...…9
3.1
Kesimpulan
…………………………......................…………………………..……...9
3.2
Saran
……………………………….....................…………………………………….9
DAFTAR PUSTAKA
……………………………….......................…………………………………10
LAMPIRAN-LAMPIRAN
………………………….......................………………………………....11
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Peranan
Teknologi Informasi di Era Millenial ini bukanlah sebuah hal baru bagi
masyarakat luas.Khususnya dalam Dunia pendidikan.Bahkan hampir disemua level
pendidikan memanfaatkan Teknologi
Informasi sebagai alat penunjang keberhasilan belajar mengajar.
Apalagi
dimasa-masa yang sedang genting dengan adanya Pandemi virus Corona seperti saat
ini. Semua kegiatan kerja maupun proses pembelajaran menggunakan teknologi
informasi secara online. Sehingga seluruh lapisan masyarakan dan dunia
pendidikan mau tidak mau harus memanfaatkan teknologi informasi.
Atas
dasar itu pula penulis mengambil judul tema pada makalah ini sebagai bahan bagi
pembaca agar dapat menambah wawasan tentang teknologi informasi.
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Apa
Pengertian Teknologi Informasi?
2.
Apa
Fungsi Teknologi Informasi dalam pendidikan?
3.
Bagaimana
Peranan Teknologi Informasi dalam dunia Pendidikan?
4.
Bagaimana
Pergeseran yang terjadi akibat pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan?
5.
Bagaimana
pola-pola komunikasi?
6.
Apa
saja hambatan yang terjadi dalam pemanfaatan teknologi informasi di dunia
pendidikan?
1.3
Tujuan
Pembahasan Masalah
Berdasarkan
rumusan masalah yang diperoleh berjutuan sebagai berikut:
1.
Menjelaskan
pengertian Teknologi Informasi
2.
Menjelaskan
fungsi Teknologi Informasi dalam Pendidikan.
3.
Menjelaskan
apa saja peranan Teknologi Informasi dalam dunia Pendidikan.
4.
Menjelaskan
pergeseran yang terjadi akibat pemanfaatan teknologi Informasi dalam pendidikan.
5.
Menjelaskan
pola-pola komunikasi.
6.
Mejelaskan
hambatan yang terjadi dalam pemanfaatan teknologi informasi di dunia
pendidikan.
1.4
Batasan
Masalah
Makalah ini
hanya membahas masalah teknologi informasi di dalam pendidikan.
1
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Teknologi Informasi
Pengertian
teknologi informasi secara umum ialah suatu studi perancangan, implementasi,
pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer
terutama pada aplikasi hardware (perangkat keras)
dan software (perangkat
lunak komputer). Secara sederhana, pengertian teknologi informasi adalah
fasilitas-fasilitas yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak dalam
mendukung dan meningkatkan kualitas informasi untuk setiap lapisan masyarakat
secara cepat dan berkualitas. Sedangkan menurut Wikipedia, pengertian teknologi
Informasi (TI) adalah istilah umum teknologi untuk membantu manusia dalam
membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan, dan menyebarkan informasi.
TI menyatukan
komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video.
Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi
juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern
(misalnya ponsel).
2.2 Fungsi Teknologi Informasi dalam
Pendidikan
Pengembangan Tekonologi
Informasi pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Kenyataan menunjukan Teknologi Informasi telah membawa perubahan
penting dalam perkembangan peradaban dunia terutama pendidikan. Bahkan di era millenial ini hampir semua kalangan memanfaatkan peralatan elektronik. Khususnya di dunia pendidikan yang saat
ini telah banyak menggunakan media dan alat yg berbasis teknologi.
Dari berbagai peranan Teknologi
Informasi salah satunya yaitu peranan Teknologi Informasi di bidang pendidikan
tidak dapat dihindarkan lagi. Misalnya tidak mungkin lagi mengecek jumlah siswa
yang hadir mengikuti pelajaran dari tahun ke tahun hanya dengan catatan di buku
tahunan saja, demikian juga hasil nilai siswa yang diperoleh selama mengikuti
pendidikan hanya mengandalkan buku nilai guru, leger sekolah atau buku induk
sekolah , begitu pula pekerjaan sederhana apapun pekerjaan akan menjadi lebih
efisien jika menggunakan komputer. Pendidikan yang menggunakan sarana teknologi informsi terutama internet biasa
disebut e-education.
Kecenderungan dunia
pendidikan di Indonesia pada masa yang mendatang hubungannya dengan
perkembangan teknologi informasi sebagai berikut :
1. Berkembangnya pendidikan
terbuka dengan cara belajar jarak jauh (distance learning). Untuk menyelenggarakan
pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu
2
dimasukan sebagai
strategis utama pendidikan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi
internet secara maksimal dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat
bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
Apalagi dalam situasi
global yang sedang tegang seperti saat ini. Dengan merebaknya Covid-19 atau yg
dikenal dengan Virus corona, pemerintah memberlakukan social distancing
yang mau tidak mau dunia pendidikan harus menggunakan teknologi informasi
berbasis internet secara online untuk melakukan proses pendidikan. Baik
disekolah, maupun lembaga-lembaga pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan.
2. Terjadinya berbagi
sumber daya (sharing resource) antara lembaga pendidikan dan
pelatihan
3. Perpustakaan dan instrumen
pendidikan lainnya misalnya guru dan laboratorium berfungsi sebagai fasilitator bukannya sumber
informasi.
4. Penggunaan perangkat
informasi interaktif seperti CD-ROM multimedia yang secara bertahap akan
menggantikan fungsi papan tulis.
5. Pelaksanaan pembelajaran
sudah mulai berbasis TI yang bukan hanya pada penggunaan media Powerpoint,
tetapi juga penjelajahan di dunia maya atau internet.
6. Pengolahan data
dan pengolahan nilai dari mulai ulangan harian sampai dengan seluruh hasil
evaluasi.
7. Pengolahan dan pengiriman
data-data yang dibutuhkan oleh lembaga terkait baik dari
kementrian, Dinas Pendidikan, Suku Dinas sampai dengan Kecamatan.
Manfaat internet bagi
bidang pendidikan di Indonesia antara lain akan mendapatkan akses
keperpustakaan, direktori sekolah, para pakar dapat melalukan perkuliahan
secara online, penyediaan sarana informasi akademik lembaga pendidikan secara
online dapat melaksankan kerjasama dengan lembaga lain melalui internet serta
melakukan marketing dan promosi hasil karya penelitian secara lebih
efisien. Disamping itu kita dapat merancang program artificial intelegence untuk membuat sebuah model
rencana pengajaran.
Perkembangan Teknologi Informasi di bidang pendidikan
memungkinkan mengurangi pemanfaatan kertas-kertas sebagai sarana, dengan
melakukan kegiatan berbasis TI. Diantaranya adalah dengan merancang dan
melakukan evaluasi online seperti yang telah dilaksanakan melalui Ujian Nasional
Online. Berbagai informasi dapat dilakukan tanpa kertas, tetapi
dengan mengakses internet.
Dengan demikian fungsi /
manfaat Teknologi Informasi dalam pendikan
khususnya yang dapat
mengembangkan adalah :
3
1. PPDB berbasis
TI, terutama dalam penyebaran informasinya.
2. Pendataan siswa dengan
semua data yang diperlukan baik untuk sekolah maupun instansi terkait.
3. Pelaksanaan Evaluasi
berbasis online ( dapat menekan biaya kertas dan efektif tenaga ).
4. Pelaksanaan Try out untuk
semua siswa berbasis online.
5. Penyampaian berbagai
informasi berbasis internet melalui WEB.
6. Administrasi pembelajaran
berbasis TI.
7. Pelaksanaan pembelajaran
berbasis TI
Sedemikian besarnya
peranan dan pentingnya TI dalam dunia pendidikan yang
tidak dapat sepenuhnya dilaksanakan dan disiapkan oleh semua guru dan semua
tenaga administrasi. Karena ketrampilan dan penguasaan TI membutuhkan
ketrampilan khusus dan orang khusus. Oleh karena itu setiap lembaga
membutuhkan tim pengembang TI, yang dikenal dengan Tim TI
termasuk sekolah.
2.3 Peranan Teknologi Informasi
dalam dunia Pendidikan
Selain
guru, teknologi juga memiliki peran tersendiri terhadap siswa siwi , Sebagai
contoh peranan teknologi untuk siswa dan siswi :
1.
Sebagai media pembelajara daring(online).
2.
Sebagai media belajar online dengan cangkupan
yang lebih luas sebagai pengganti buku dan digantikan teknologi buku
elektronik.
3.
Sebagai media belajar kelompok , Karena
teknologi smartphone yang dilengkapi aplikasi messenger seperti whatsap dapat
membuat grub antar siswa agar lebih mudah dalam melakukan diskusi berkelompok
tanpa harus berkumpul.
4.
Dengan adanya teknologi untuk metode belajar
siswa akan memiliki pengetahuan yang lebih luas sebagai contoh mesin penulusur
google yang memiliki banyak sekali artikel dan ilmu didalamnya yang dapat kita
akses secara gratis.
5.
Peran teknologi terhadap siswa lainya sebagai
media untuk mendapatkan pengumuman dari seorang guru atau ketua kelas jika ada
PR ataupun pengumuman untuk libur memalui smartphone via sms ataupun online
messenger atau whatsap.
6.
Lebih ringkas dalam pembelajaran karena materi
yang tertera pada teknologi mesin telusur google menunjukan apa yang sedang
kita cari dan sangat
4
memudahkan kita dalam menemukan suatu jawaban
tanpa memakan waktu lama dan dapat mempersingkat waktu dalam pencarian artikel
atau wacana untuk para siswa siswi belajar.
2.4 Pergeseran
yang terjadi akibat pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) juga mengakibatkan beberapa pergeseran yang
terjadi dalam proses pembelajaran sebagai akibat dari pengaruhnya.
Pergeseran-pergeseran tersebut bukan berarti sesuatu yang buruk, justru dapat
lebih mendukung jalannya pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat
dicapai lebih mudah. Rosenberg dalam Sutopo (2012: 27) menyebutkan bahwa dengan berkembangnya penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi
terdapat setidaknya 5 pergeseran di dalam proses pembelajaran,
yaitu:
§ Pergeseran dari
pelatihan ke penampilan
§ Pergeseran dari
ruang kelas ke dimana dan kapan saja
§ Pergeseran dari
kertas ke online atau saluran
§ Pergeseran
fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja
§ Pergeseran dari
waktu siklus ke waktu nyata
Di era teknologi sekarang ini kecepatan dan
kemudahan untuk melakukan interaksi dan komunikasi merupakan kunci dalam
mendukung proses pembelajaran. Tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh teknologi
begitu besar hingga mampu menyebabkan beberapa pergeseran dalam pembelajaran.
Hal ini membuat pengguna semakin mudah mengakses informasi serta apa yang
dibutuhkan dalam pembelajaran.
Namun tentunya kemudahan yang dimiliki
teknologi ini hendaknya tidak menjadi bumerang dalam pembelajaran yang dapat
mengakibatkan gagalnya proses pembelajaran yang dilakukan. Dibalik segala
kemudahan dan keunggulan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tentu
ada sisi buruk dimana diperlukan pengendalian terhadap bagian buruk dari
teknologi. Kita tahu sendiri bahwa banyak sekali yang memanfaatkan teknologi
untuk menyebar informasi palsu yang tidak dapat dibenarkan oleh pihak-pihak
yang tidak bertanggung jawab. Pengendalian penggunaan teknologi untuk
pembelajaran tetap harus dilakukan agar teknologi tetap memberikan dampak
positif bagi pendidikan.
2.5 Pola-Pola Komunikasi
Dalam proses pendidikan sering kita jumpai kegagalan-kegagalan,hal
ini biasanya dikarenakan lemahnya sistem komunikasi.Untuk itu,pendidik perlu
mengembangkan pola komunikasi efektif dalam proses belajar mengajar.
5
Komunikasi
pendidikan yang penulis maksudkan disini adalah hubungan atau interaksi antara
pendidik dengan peserta didik pada saat proses belajar mengajar
berlangsung,atau dengan istilah lain yaitu hubungan aktif antara pendidik
dengan peserta didik.
Ada tiga pola komunikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan
interaksi dinamis antara guru dengan siswa yaitu:
1.
Komunikasi
sebagai aksi atau komunikasi satu arah
Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi.Guru aktif dan siswa pasif.Ceramah pada dasarnya adalah komunikasi satu arah,atau komunikasi sebagai aksi.Komunikasi jenis ini kurang banyak menghidupkan kegiatan siswa belajar.
Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi.Guru aktif dan siswa pasif.Ceramah pada dasarnya adalah komunikasi satu arah,atau komunikasi sebagai aksi.Komunikasi jenis ini kurang banyak menghidupkan kegiatan siswa belajar.
2.
Komunukasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah.
Pada komunikasi ini guru dan siswa dapat berperan sama yaitu
pemberi aksi dan penerima aksi. Disini,sudah terlihat hubungan dua arah,tetapi
terbatas antara guru dan pelajar secara indivudual. Antara pelajar dan pelajar
tidak ada hubungan. Pelajar tidak dapat berdiskusi dangan teman atau bertanya
sesama temannya. Keduanya dapat saling memberi dan menerima. Komunikasi ini
lebih baik dari pada yang pertama, sebab kegiatan guru dan kegiatan siswa
relatif sama.
6
3.
Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai transaksi.
Komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi yang dinamis antara
guru dengan siswa tetapi juga melibatkan interaksi yang dinamis antara siswa
yang satu dengan yang lainnya. Proses belajar mengajar dengan pola komunikasi
ini mengarah kepada proses pengajaran yang mengembangkan kegiatan siswa yang
optimal, sehingga menumbuhkan siswa belajar aktif. Diskusi dan simulasi
merupakan strategi yang dapat mengembangkan komunikasi ini (Nana Sudjana,1989).
Dalam kegiatan mengajar, siswa memerlukan sesuatu yang memungkinkan dia berkomunikasi secara baik dengan guru, teman, maupun dengan ligkungannya. Oleh karena itu, dalam proses belajar mengajar terdapat dua hal yang ikut menentukan keberhasilannya yaitu pengaturan proses belajar mengajar dan pengajaran itu sendiri yang keduanya mempunyai ketergantungan untuk menciptakan situasi komunikasi yang baik yang memungkinkan siswa untuk belajar.
Dalam kegiatan mengajar, siswa memerlukan sesuatu yang memungkinkan dia berkomunikasi secara baik dengan guru, teman, maupun dengan ligkungannya. Oleh karena itu, dalam proses belajar mengajar terdapat dua hal yang ikut menentukan keberhasilannya yaitu pengaturan proses belajar mengajar dan pengajaran itu sendiri yang keduanya mempunyai ketergantungan untuk menciptakan situasi komunikasi yang baik yang memungkinkan siswa untuk belajar.
2.6 Hambatan
yang terjadi dalam pemanfaatan teknologi informasi di dunia pendidikan.
Hambatan-hambatan pengintegrasian Teknologi Informasi dalam
pembelajaran
7
dapat
disimpulkan dengan dua kelompok, yaitu :
1.
Secara
Fisik
Secara fisik dapat berupa sarana dan prasarana yang belum memadai
terutama untuk sekolah-sekolah yang berlokasi di pelosok. Kalaupun sudah ada
sarana dan prasarana, tetapi masih sangat minim baik dari segi jumlah maupun
segi mutu peralatan tersebut. Masih digunakannya perangkat multimedia bekas di lembaga-lembaga
pendidikan yang terdapat di daerah pedesaan. Perangkat multimedia bekas ini
tentunya masih menggunakan spesifikasi yang sudah tertinggal jamannya. Sehingga
penggunaannya tidak mampu bersaing dengan laju perkembangan Teknologi Informasi
yang begitu pesat.
2.
Secara
Non-fisik
a.
Kepercayaan
diri guru kurang dalam menggunakan Teknologi Informasi dalam melaksanakan PBM. Guru takut gagal mengajar melalui
penggunaan Teknologi Informasi yang saat ini sangat disarankan. Walaupun
penggunaannya ICT dalam proses pembelajarn sangat disarankan oleh para ahli.
b.
Kurangnya
kompetensi guru, yang dimaksud disini adalah kurangnya kompetensi guru dalam
mengintegrasikan Teknologi Informasi kedalam pedagogis praktek, yaitu tidak
memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan komputer dan tidak
antusias tentang perubahan dan integrasi dengan belajar yang menggunakan
computer dalam kelas mereka.
c.
Sikap
guru dan resistensi yang melekat terhadap perubahan. Sikap dan resistensi guru
untuk mengubah tentang penggunaan strategi baru yaitu dengan integrasi Teknologi
Informasi dalam PBM. Hal ini dimaksudkan dengan sikap guru bahwa penggunaan Teknologi
Informasi dalam PBM tidak memiliki manfaat atau keuntungan yang jelas.
Dalam Era Teknologi, Informasi, dan
Komonikasi (TIK) atau Information, Comunications, and Technology (ICT), pada
saat ini ICT di kelas sangat penting untuk memberikan kesempatan bagi
keberhasilan belajar siswa pada era tahun informasi saat ini. Dengan menggunakan
ICT maka hambatan dalam pembelajaran dapat teratasi. Temuan menunjukkan bahwa
guru memiliki keinginan yang kuat untuk mengintegrasikan Teknologi ke dalam
pendidikan, tapi itu, mereka menemui banyak hambatan. Hambatan utama adalah :
1. Kurangnya confidence,/
kepercayaan.
2. Kurangnya kompetensi.
3. Kurangnya akses ke sumber daya.
8
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
1.
Teknologi
Informasi bagi dunia
pendidikan berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk
menyiarkan program pendidikan.
2.
Faktor-faktor diperlukannya teknologi informasi dan
komunikasi dalam pendidikan di Indonesia, antara lain: - keterbatasan
kualitas dan kuantitas sumber daya pendidikan di Indonesia, - ketidakmerataan
kesempatan dalam memperoleh pendidikan yang merupakan hak setiap manusia dan
model dan pendekatan pendidikan yang kurang relevan.
3.
Kedudukan
Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan antara lain yaitu sebagai
media pembelajaran daring (online) dan mempermudah dalam mencari sumber
pembelajaran.
4.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam bidang pendidikan,
yaitu: -sebagai skill dan kompetensi, -sebagai
infratruktur pembelajaran, -sebagai sumber bahan belajar, -sebagai alat
bantu dan fasilitas pembelajaran, -sebagai pendukung manajemen pembelajaran dan -sebagai sistem
pendukung keputusan.
5.
Sejalan dengan perkembangan Teknologi Informasi di dunia pendidikan, maka peranan guru dan peserta didik
juga mengalami pergeseran paradigma, diantaranya: -Peran guru
menjadi fasilitator pembelajaran, -memberikan alternatif dan tanggung jawab dan peserta
didik menjadi partisipan aktif serta menghasilkan berbagai pengetahuan.
6.
Pola-pola dalam komunikasi antara lain, pola komunikasi
satu arah, dua arah dan tiga arah.
7.
Hambatan yang terjadi dalam komunikasi yaitu meliputi
aspek internal dan eksternal.
3.2
Saran
1.
Hendaknya pendidik maupun calon tenaga pendidik
serta peserta didik dapat menggunakan teknologi informasi seperlunya dan
penggunaannya sesuai dengan kondisi agar dampak buruk dari teknologi komunikasi
tidak terjadi.
2.
Sebaiknya perlu adanya pengawasan dan kontrol bagi
peserta didik dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
3.
Sebaiknya bagi calon tenaga pendidik tidak menjadikan
makalah ini sebagai satu-satunya referensi danbahan ajar.
9
DAFTAR
PUSTAKA
10
LAMPIRAN-
LAMPIRAN
11

Komentar
Posting Komentar