Langsung ke konten utama

MAKALAH BIMBINGAN KARIR

 

MAKALAH

BIMBINGAN KARIR

 



 

 

Disusun guna memenuhi tugas :

Mata Kuliah                        : Bimbingan Karir

Program Studi                     : Sistem Informasi

Disusun oleh :

ARIF RAHMAN

NIM : 1118R0669

 

 

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

HIMSYA SEMARANG

2022

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah dengan segala  nikmat  dan karunia  Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis  dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling Karir dengan tanpa banyak kesulitan. Sholawat serta salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mernbawa risalah agama islam yang mengeluarkan umat dari zaman jahiliyah menuju zaman yang  islamiyah.

Tugas ini disusun untuk memenuhi  tugas mata  kuliah Bimbingan dan Konseling Karir,  kami menyadari sepenuhnya bahwa Tugas ini tidak akan selesai tanpa bantuan dan dukungan semua pihak, untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu demi terselesaikannya penyusunan makalah ini. Dengan selesainya Tugas ini, kami berharap membawa manfaat bagi pembaca dan kami sendiri khususnya. Mengingat kemampuan penulis dalam menyelesaikan tugas ini masih dalam tingkat belajar, maka  diharapkan  kritik dan saran bagi kesempurnaan tugas ini. Menyadari bahwa pembuatan Tugas ini masih banyak kekurangannya,  maka penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Semarang,       Juni 2022

Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

BAB  I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Pembangunan telah dilaksanakan dalam segenap aspek kehidupan Bangsa Indonesia, namun keadaaan ketenagakerjaan di Indonesia, pada saat ini tidaklah menggembirakan,  yang berarti  kemampuan  pasar kerja untuk menyerap  tenaga kerja rata-rata kecil, sebagai akibat terjadi penumpukan tenaga kerja, dimana-mana gejala pengangguran semakin nyata, hal ini menyebabkan timbulnya kegelisahan dikalangan anak-anak muda yang sebenarnya  sudah memasuki masa produktif.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal diharapkan mampu memberikan bimbingan dan pelatihan  guna menyiapkan  anak didiknya untuk dapat menjadi anggota masyarakat yang mampu dan bertanggung jawab, di samping menjadi  anggota yang aktif dan  tenaga  kerja yang tangguh. Anak didik memandang sekolah sebagai tempat untuk mendapatkan sumber bekal yang dapat membuka dunia bagi mereka, orang tua memandang sekolah sebagai  tempat bagi anaknya untuk mengembangkan kemampuan menjadi  sosok yang  trampil  dan mampu sehingga  siap memasuki tenaga kerja yang trampil, pemerintah berharap  agar sekolah mampu mempersiapkan  anak-anak  untuk menjadi  warga negara yang cakap.

Dalam usaha menyiapkan siswa agar dapat memenuhi harapan orang tua, masyarakat  dan pemerintah mempersiapkan siswa agar dapat menjadi anggota masyarakat yang mempunyai ketrampilan sehingga merupakan tenaga kerja yang terampil maka sekolah mengusahakan  suatu usaha yang nyata untuk memberikan layanan bimbingan.  Bimbingan merupakan usaha bantuan  yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan (Widiatmojo, 2000: 1).

Dalam melaksanakan tugasnya layanan bimbingan dan konseling, meliputi empat bidang bimbingan yaitu bidang bimbingan pribadi, bidang bimbingan sosial, bidang bimbingan  belajar dan bidang  bimbingan  karier, sembilan layanan yaitu  layanan orientasi,  layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan kontent, layanan konseling perorangan, konseling kelompok, layanan bimbingan kelompok, konsultasi  dan mediasi  yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa dan kelas, serta lima kegiatan pendukung yaitu kunjungan rumah, konferensi kasus, himpunan data, aplikasi instrumen dan alih tangan kasus (Rodjikin,  2000: 3- 4 ).

Untuk membantu  anak dalam mengembangkan diri secara optimal sehingga dapat) merencanakan pencapaian pekerjaan sebagai landasan karier yang seslla dengan kemampuan, bimbingan karier sebagai salah satu bidang layanan bimbingan konseling sangat dibutuhkan. Karena bimbingan karier merupakan bimbingan yang mencakup kegiatan bimbingan kepada siswa dari memilih, menyiapkan diri, mencari dan menyesuaikan diri terhadap karier (Aryatmi Siswohardjono, 1990: 457).

Dengan layanan bimbingan karier yang sudah diberikan diharapkan siswa dapat memahami karakteristik dirinya dalam hal minat, nilai-nilai, kecakapan dan ciri-ciri kepribadian serta dapat rnengidentifikasikan bidang pekerjaan yang  luas, yang mungkin lebih cocok bagi rnereka selanjutnya diharapkan siswa dapat menemukan karier dan melaksanakan karier yang efektif serta memberikan kelayakan hidup.

Bimbingan karier merupakan salah satu aspek bimbingan perkembangan, sehingga sangat diperlukan sepanjang perkembangan anak, lebih baik jika bimbingan itu diberikan  ke anak sejak rnasa  kanak-kanak  bahkan sebelun masuk sekolah,  yang diteruskan  di masa sekolah dasar, di sekolah lanjutan dan di perguruan tinggi, bahkan mungkin masih diperlukan  sewaktu seseorang sudah memasuki dunia  kerja, dengan harapan bahwa dengan bimbingan yang diberikan akan membantu  dalam penyesuaian diri dengan  sifat dan situasi kerja.

B.       Materi Khusus Yang Dibahas

Atas dasar latar belakang permasalahan di atas maka penulis merasa tertarik dan terdorong untuk mengetahui serta memahami lebih jauh mengenai pengertian, prinsip-prinsip, aspek-aspek, tujuan, metode penyampaian, dan fungsi dari Bimbingan Karir menurut  beberapa ahli.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PERMASALAHAN

1.        Bagaimanakah pengertian Bimbingan Karir ( menurut beberapa ahli )?

2.        Apa saja prinsip-prinsip Bimbingan Karir di sekolah?

3.        Apa saja aspek-aspek bimbingan karir?

4.        Bagaimana metode penyampaian bimbingan karir?

5.        Bagaimanakah tujuan Bimbingan Karir ( menurut beberapa ahli )?

6.        Apa sajakah Fungsi Bimbingan Karir ( menurut beberapa ahli )?

BAB  III

PEMBAHASAN MASALAH

Bimbingan Karir

Sebelum kita mempelajari pengertian bimbingan karir, sebelumnya akan diuraikan terlebih dahulu menegenai pengertian “Bimbingan” dan “Karir”. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance, Prayitno, dkk. (2003) mengemukakan bahwa bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.

1.      Pengertian Bimbingan

Menurut Tolbert, bimbingan adalah seluruh program atau semua kegiatan dan layanan dalam lembaga pendidikan yang diarahkan pada membantu individu agar mereka dapat menyususn dan melaksananakan rencanakan serta melakukan penyesuaian diri dalam semua aspek kehidupannya sehari-hari (Fenti Hikmawati, 2012: 1). Adapun dalam bukunya (Tohirin, 2007 : 20) mengartikan bimbingan adalah suatu pemberian bantuan yang diberikan oleh pembimbing/konselor kepada individu/klien agar individu yang dibimbing mencapai kemandirian dengan mempergunakan berbagai bahan, melalui interaksi, dan pemberian nasihat serta gagasan dalam suasana asuhan dan berdasarkan aturan-aturan yang berlaku.

Pendapat lain, menurut Arthur J jones (1970), mengartikan bimbingan sebagai “the help given by one person to another in making choise and adjustment and in solving problems”. Yang dalam hal ini Arthur berpendapat bahwa di dalam proses bimbingan terdapat dua orang yakni pembimbing/konselor dan yang dibimbing/konseli, dimana pembimbing/konselor membantu yang dibimbing/konseli agar mampu membuat pilihan-pilihan, menyesuaikan diri, dan memecahkan masalahmasalah yang sedang dihadapinya (Sofyan, S.Willis, 2013:11).

Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada klien/siswa yang diberikan oleh konselor/guru BK dalam memberikan solusi kepada klien untuk membantunya dalam penyelesaian masalah yang dihadapi. Konselor/guru BK dalam bimbingannya tidak diperkenankan untuk menentukan pilihan mana yang akan dituju oleh klien, tetapi klien/siswa yang akan menentukan sendirinya akan kemana, konselor/guru BK hanya mengarah klien/siswa.

Menurut United States Office of Education (Arifin, 2003) memberikan rumusan bimbingan sebagai kegiatan yang terorganisir untuk memberikan bantuan secara sistematis kepada peserta didik dalam membuat penyesuaian diri terhadap berbagai bentuk problema yang dihadapinya, misalnya problema kependidikan, jabatan, kesehatan, sosial dan pribadi. Dalam pelaksanaannya, bimbingan harus mengarahkan kegiatannya agar peserta didik mengetahui tentang diri pribadinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

a.         Pengertian Karir

Kata Karir diambil dari bahasa Inggris, yaitu career. Veron G. Zunker, career refers to the activities associated with an individual’s lifetime of work (karier menunjukan pada aktifitas yang dihubungkan dengan pekerjaan vang mewarnai kehidupan seseorang). Merujuk pada pengertian karir, tidaklah mengherankan jika bimbingan pekerjaan yang ada di indonesia lebih dikenal dengan birnbingan  karier,  karena diharapkan  orang yang dibimbing dapat menjadikan pekerjaanya kelak bukan hanya pekerjaan yang menghasilkan uang saja, tetapi  juga bisa dihayati  dan mewarnai gaya hidupnya.

Menurut Dewa Ketut Sukardi (1994:5) Karir adalah suatu istilah yang mempunyai pengertian yang cukup luas, pembahasan dapat menjangkau  mulai  dari  rencana  pendidikan  sampai  pada  pemilihan jabatan, gaya hidup, rencana kawin, pekerjaan paroh waktu (part-time). Selanjutnya dalam pengambilan keputusan perencanaan karir seseorang tidak  terlepas  dari  keluarga,  pekerjaan,  dan  waktu  luang.

b.         Pengertian Bimbingan Karir

Bimbingan karir menurut Hornbr (1957) Bimbingan Karir adalah bantuan atau pertolongan dari individu/ kelompok satu dengan individu/ kelompokyang lainnya untuk mengatasi permasalahan-permasalahn di dalam kehidupan yang meliputi pekerjaan atau profesi. seseorang akan bekerja dengan senang hati jikalau pekerjaan tersebut sesuai dengan keadaan  dirinya, sesuai dengan kemarnpuannya, dan sesuai dengan minatnya. Dengan demikian dapat dikemukakan  bahwa  prinsip dasar agar seseorang dapat bekerja dengan baik, dengan senang, dengan  tekun, diperlukan adanya  kesesuaian  antara tunrutan dari pekerjaan atau jabatan  itu dengan apa yang ada dalam individu yang bersangkutan.

Donald D. Super (1975) mengartikan bimbingan karir sebagai suatu proses membantu pribadi untuk mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta peranannya dalam duria kerja. Menurut batasan  ini, ada dua hal penting,  pertama proses membantu  individu untuk memahami dan menerima diri sendiri, dan kedua memahami dan menyesuaikan diri dalam dunia kerja.

Ruslan A.Gani: 11 Bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan dan pendekatan terhadap individu  (siswa/ remaja), agar  individu  yang bersangkutan  dapat mengenal dirinya, memahami dirinya, dan mengenal dunia kerja merencankan masa depan dengan bentuk kehidupan yang diharapkan untuk menentukan pililian dan mengambil  suatu keputusan bahwa keputusannya tersebut adalah paling tepat sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan  dan tuntutan pekerjaan/ karir yang dipilihnya.

Menurut Herr bimbingan karir adalah suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program yang sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan  untuk membantu  individu memahami  dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya (Marsudi, 2003:1 13).

Aryatmi Siswohardjono (1990:457) mengemukakan bimbingan karier adalah bimbingan yang mencakup kegiatan bimbingan kepada siswa atau orang dari memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap  karier.

Widada (1990:31) menjelaskan bahwa bimbingan karier merupakan suatu proses bantuan yang ditujukan kepada individu untuk mengembangkan serta menerima tentang dirinya secara terpadu dan memadai tentang perananya dalam dunia kerja untuk menguji gagasan-gagasannya serta memadukannya dengan  kenyataan yang menimbulkan kepuasan bagi individu yang bersangkutan dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Mohammad Thayeb Manhinru (1992:19) mendefinisikan bimbingan karier adalah layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan kariernya.

Sears dalam Mohammad Thayeb Manhiru (199219) mendefinisikan bimbingan karier sebagai aktivitas-aktivitas dan program-program yang membantu individu rnengasimilasikan dan mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman dan apresiasi-apresiasi yang berkaitan dengan:

1)        Pengenalan diri, yang meliputi hubungan seseorang dengan cirri-ciri dan persepsi-persepsinya sendiri, serta hubungannya dengan orang lain dan lingkungan.

2)        Pemahaman, pengenalan terhadap kerja masyarakat dan faktor yang mempengaruhi perubahanya, termasuk  sikap-sikap dan disiplin kerja.

3)        Kesadaran akan waktu luang yang bisa berperan dalam kehidupan seseorang.

4)        Pemahaman akan perlunya dan banyaknya faktor yang harus dipertimbangka dalam perencanaan  karier.

5)        Pemahaman terhadap informasi dan ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan untuk mencapai  pemenuhan  diri dalam  pekerjaan dan waktu  luang.

6)        Mempelajari dan menerapkan  proses pengambilan  dan keputlrsan  karier.

Widiadmojo (2000:3) mengemukakan definisi bimbingan karier adalah kegiatan birnbingan yang bertujuan ultuk mengenal, memahami, dan mengembangkan potensi diri dalam mempersiapkan masa depan bagi dirinya. Lebih lanjut dijelaskan pelayanan bimbingan  karier diberikan agar siswa mengenal konsep diri yang berkaitan dengan minat, bakat, dan kemampuannya serta mengenal  jabatan karier yang ada.

Berdasarkan beberapa  definisi yang telah diuraikan di atas maka dapat  diperoleh pengertian  bahwa bimbingan karier adalah kegiatan birnbingan yang diberikan kepada siswa untuk memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap  karier yang  sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya sehingga dapat mengernbangkan dirinya secara optimal sehingga dapat menemukan karier dan melaksanakan karier yang efektif  dan memberi kepuasan dan kelayakan.

2.      Prinsip-Prinsip  Bimbingan  karier di Sekolah

Agar bimbingan karier di sekolah dapat berfungsi dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka beberapa pandangan tentang prinsip-prinsip bimbingan perlu diperhatikan oleh para pembimbing pada khususnya dan administrator sekolah pada umumnya, terutama dalam penyusunan program pelaksanaan layanan bimbingan karier di sekolah.

Secara umum prinsip-prinsip bimbingan karier di Sekolah, adalah sebagai berikut:

a.         Seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam pencapaian  kariernya  secara  tepat. Tidak ada perkecualian, baik itu yang kaya maupun  yang miskin, dan  faktor-faktor  lainnya.

b.         Setiap  siswa harus memahami bahwa  karier itu adalah sebagai suatu jalan hidup, dan pendidikan  adalah  sebagai persiapan  dalam hidup.

c.         Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadahi terhadap diri sendiri dan kaitannya dengan perkernbangan sosial pribadi dan perencanaan  pendidikan  karier.

d.        Siswa secara keseluruhan hendaknya dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikannya dan kariernya.

e.         Setiap siswa hendaknya memilih kesempatan untuk menguji konsep, berbagai peranan dan ketrampilannya guna mengembangkan  nilai-nilai  dan norma-nonna yang memiliki aplikasi  bagi karier di masa depannya.

f.          Program bimbingan karier di sekolah hendaknya berpusat di kelas, dengan koordinasi oleh pembimbing, disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat.

Dari beberapa prinsip yang terdapat dalam bimbingan karier tersebut dapat disimpulkan bahwa, bimbingan karier dalam pelaksanaannya memiliki pedoman yang umum dan jelas dalam memberikan pelayanan kepada siswanya dalam mendeteksi diri, memberikan layanan tentang karakteristik dunia kerja sehingga mampu menciptakan kemandirian  siswa dalam menentukan arah pilih karier yang sesuai dengan keadaan dirinya, agar mampu mencapai kebahagiaan  hidup dimasa  depan kariernya.

3.      Tujuan Bimbingan Karir  di Sekolah

Banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai tujuan dari Bimbingan Karir, menurut Dewa Ketut Sukardi tujuan dari Bimbingan Karir secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu tujuan umum dan Khusus.

Secara umum tujuan diselenggarakannya Bimbingan Karier di sekolah ialah membantu siswa dalam pemahaman dirinya dan lingkungannya, dalam pengambilan keputusan, perencanaan,dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju  kepada  karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya. Menurut Anas Salahudin (2010; 117) sebagai berikut :

a.         Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat, dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.

b.         Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi kerja.

c.         Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apa pun, tanpa merasa rendah diri, asalkan bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.

d.        Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan.

e.         Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan ara mengenali cirri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, kesejahteraan kerja.

f.          Memiliki kemampuan merenanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.

g.         Mengenal keterampilan, minat, dan bakat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh minat dan bakat yang dimiliki. Oleh karena itu, setiap orang haru memahami kemampuan dan minatnya, dalam bidang pekerjaan apa yang dia mampu, dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut.

h.         Memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana hubungan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan, dan bermartabat.

Kegiatan yang tercakup dalam pengembangan diri, diantaranya pemecahan masalah pribadi dan kehidupan sosial, penanganan masalah belajar, pengembangan karir, dan kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam ekstrakulikuler. Pengembangan diri pada sekolah di tempat ia menempuh pendidikan, terutama ditunjukan untuk bimbingan karir dan pengembangan kreativitas dan konseling.

Sedangkan, tujuan khusus dari diselenggarakannya  bimbingan karier  adalah sebagai berikut:

a.         Meningkatkan  pemahaman  diri siswa.

b.         Meningkatkan  pengetahuan siswa  tentang dunia kerja.

c.         Membina sikap yang serasi terhadap partisipasi dalam dunia kerja dan terhadap usaha dalam mempersiapkan diri dari  suatu jabatan.

d.        Meningkatkan kemahiran berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan dan melaksanakan  keputusan  itu.

e.         Mengembangkan nilai-nilai sehuburgan dengan gaya hidup yang dicita-citakan, termasuk jabatan. Menopang kemampuan berkomusikasi dan bekerja  sarna.

Peters dan Shetzer (1974:267) mengemukakan bahwa  tujuan bimbingan karir adalah membantu siswa dengan cara yang sistematis dan terlibat dalam perkembangan karir. Guru pembimbing hendaknya dapat membantu siswa merencanakan karimya sesuai dengan kemampuan, bakat  dan minat yang dimilikinya.

Popon Syarif Arifin (dalam Aryatmi Siswohardjono, 1990:457) mengemukakan bahwa bimbingan karier bertujuan untuk membantu anak dalam rnengembangkan dirinya secara optimal sehingga dapat merencanakan pencapaian pekerjaan sebagai landasan kariernya  yang sesuai  dengan  kernampuannya.

Moh. Surya (1988.14) menyatakan bahwa  tujuan bimbingan  karir adalah membantu  individu memperoleh kompetensi yang diperlukan agar dapat menentukan peralanan hidupnya dan mengembangkan karir kearah yang dipilihnya secara optimal.

Dari penjelasan-penjelasan tersebut, secara essensial bimbingan karir merupakan  salah satu proses  layanan  yang bertujuan membantu siswa dalam proses pemahaman diri, pemahaman nilai-nilai,  pengenalan lingkungan, hambatan dan cara mengatasinya serta perencanaan masa depan. Masa depan harus direncanakan disongsong bukan di tunggu. Awal masa depan itu adalah “di sini dan sekarang”. Persiapan untuk menyongsong masa depan dilakukan melalui prosedur-prosedur tertentu baik melaui pendidikan informal, formal maupun non  formal.

Melalui  pendidikan di sekolah siswa dibekali dengan  berbagai pengetahuan,  keterampilan,  nilai dan sikap-sikap tertentu. Bekal yang diperoleh siswa di sekolah bertujuan uttuk mempersiapkan  mereka memasuki dunia kerja.

Selain yang telah dikemukakan  diatas  secara rinci tujuan dari bimbingan karir tersebut  ialah membantu para siswa agar :

a.       Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri, terutama yang berkaitan dengan potensi yang ada dalam dirinya mengenai kemampuan, minat, bakat, sikap dan cita- citanya yang darinya peserta didik dapat mengidentifikasi bidang studi dan karir yang sesuai dengan  dirinya.

b.      Peserta didik memperoleh pemahaman tentang berbagai  hal  terkait dengan dunia (karir-studi) yang akan dimasukinya seperti tingkat kekuasan karir yang ditawarkan, deskripsi  tugas dalam berbagai bidang pekerjaan, pengaruh perkembangan teknologi terhadap  bidang  kerja  tertentu, kontribusi yang dapat diberikan  dalam bidang pekerjaan  tertentu pada masyarakat, dan tuntutan kemampuan kerja dalam bidang-bidang pekerjaan  tertentu di masa depan.

c.       Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang  ada dalam dirinya, mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang  tertentu, memahami  hubungan usaha dirinya yang sekarang dengan masa depan.

d.      Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan, serta mencari jalan untuk mengatasi hambatan-hambatan  tersebut.

e.       Para siswa dapat merencanakan masa depannya serta menemukan karir dan kehidupan yang serasi, yang sesuai (Depdikbub, Petunjuk Pelaksanaan bimbingan Karir,1985).

f.       Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bidang pendidikan yang tersedia yang relevan dengan berbagai bidang pekerjaan. Dengan demikian peserta  didik memperoleh  dan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan (skill) yang dituntut oleh peran-peran  kerja  tertentu.

g.      Peserta didik mampu mengambil keputusan karir bagi dirinya sendiri, merencanakan langkah-langkah konkrit untuk mewujudkan perencanaan karir yang realistik bagi dirinya. Perencanaan karir yang realistik akan meminimalkan  factor dan dampak negatif dan memaksirnalkan faktor dan dampak positif dari proses pemilihan  karir.

h.      Mampu menyesuaikan diri dalam mengimplementasikan pilihannya dan berfungsi optimal dalam karir (studi  dan kerja), carney,  l987 dan Reihant, 1979 (dalam Fajar Santoadi, 2007).

Dari uraian diatas nampak bahwa bimbingan karir merupakan usaha untuk mengetahui  dan memahami diri memahami  apa yang ada dalam diri sendiri dengan baik dan diarahkan untuk membantu siswa dalam  perencanaan  dan pengarahan  kegiatan serta dalam pengambilan  keputusan yang membentuk pola karir  tertentu dan pola hidup yang akan memberikan  kepuasan bagi dirinya dan  lingkungannya.

4.      Aspek-aspek Bimbingan Karir

Menurut Tohirin(133: 2007) Beberapa aspek masalah karir yang membutuhkan pelayanan bimbingan karir di sekolah dan madrasah adalah :

a.         Pemahaman mengenai dunia kerja

b.         Perenanaan dan pemilihan karir atau jabatan (profesi) tertentu

c.         Penyediaan berbagai program studi yang berorientasi karir

d.        Nila-nilai kehidupan yang mencakup karir

e.         Cita-cita masa depan

f.          Minat terhadap karir tertentu

g.         Kemampuan/penguasaan terhadap karir tertentu

h.         Bakat khusus terhadap karir tertentu

i.           Kepribadian yang berkenaan dengan karir tertentu

j.           Harapan keluarga

k.        Masa depan karir yang akan diperoleh

l.          Penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan

m.      Pasar kerja

n.        Kemungkinan pengembangan karir.

5.        Fungsi Bimbingan Karier di Sekolah

Layanan birnbingan  karier sangat  penting beberapa  fungsi. Menurut Popon Syarif Arifin yang bagi siswa karena mempunyai dikutip Aryatmi Siswohardjono (1990),  fungsi bimbingan  karier adalah  sebagi berikut:

a.         Fungsi persiapan

Contoh; Guru pembimbing memberikan informasi  tentang  jenis-jenis pekerjaan atau informasi mengenai perguruan tinggi/ studi lanjut yang dapat didapatkan oleh siswa.

b.         Fungsi pencegahan

Contoh; Guru pembimbing dapat memberikan  bantuan agar siswa  tidak kesulitan di dalarn memahami tentang bakat, minat,  kemampuan  dan tentang dirinya sendiri yang berkaitan  dengan pekerjaan  sehingga dapat mencegah siswa salah dalam menentukan langkah-langkah dalam menemukan karier yang dikehendaki.

c.         Fungsi penempatan  dan penyaluran

Contoh; Guru pembimbing akan membantu dalam penempatan para siswa pada bidang atau jenis pendidikan, misalnya dalam hal penjurusan atau pelatihan dan pekerjaan sehingga mereka dapat mengambil  keputusan sendiri  secara  bijaksana.

d.        Fungsi penyesuaian

Contoh; Guru pembimbing membantu siswa dalam menyesuaikan diri dengan jenis-jenis pekerjaan yang ada di lingkungan sekitamya.

e.         Fungsi pengembangan

Contoh; Guru pembimbing membantu siswa dalam mengembangkan seluruh  pribadinya secara  terarah  dan mantab  pada minat  kerja.

Dengan Layanan Bimbingan Karir yang sudah diberikan diharapkan siswa dapat memahami karakteristik dirinya dalam hal minat, nilai-nilai, kecakapan dan cirri-ciri kepribadian serta dapat mengidentifikasikan bidang pekerjaan yang luas, yang mugkin lebih cocok bagi mereka, selanjutnya diharapka siswa dapat menemukan karir dan melaksanakan karir yang efektif serta memberikan kelayakan hidup.

6.        Metode Bimbingan Karir/Jabatan

Metode bimbingan karir yaitu lebih mengcau pada teknik-teknik bimbingan dan konseling yaitu : bimbingan kelompok (Group Gudance) dan pendekatan secara individual (individual konseling) dalam Anas (2010: 118).

Metode yang pertama yaitu dengan konseling individual (individual konseling) konseling yaitu suatu proses pemberian bantuan secara langsung (face to face) kepada klien yang diberikan oleh konselor dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Dalam pemberian konseling biasanya konselor bersifat simpat dan empati kepada klien, simpati yang artinya menunjukan sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh klien tentang permasalahannya. Adapun empati yaitu berusaha untuk menempatkan diri dalam situasi diri klien dengan segala masalah yang dihadapinya, Dengan cara ini klien dengan segala masalahnya dapat berkurang. Sikap simpati dan empati menjadikan klien merasa percaya sepenuhnya kepada konselor, sehingga ini sangat membantu keberhasilan dalam konseling.

7.        Metode Penyampaian Bimbingan Karir

Adapun menurut Ruslan (2012: 15) dalam bukunya metode yang dimaksudkan, yaitu bagaimana cara penyampaian dan cara penyajian bimbingan karir tersebut, selain metode-metode yang sudah dikenal seperti ceramah, Tanya jawab, tugas, demonstrasi, dan sebagainya. Metode yang baru dikenal, yaitu dengan sistem modul, inquery-discovery, epository, mastery learning, dan humanisticeducatioan. Hal ini merupakan sistem belajar mengajar, yang tidak dapat/bisa terlepas dari metode sebelumnya.

Dalam penyajian bimbingan karir bagi para siswa, dalam teknik layanan bimbingan dIkenal dengan istilah bimbingan kelompok, yang mengandung arti sebagai proses bantuan yang diberikan kepada individu/siswa dengan – melalui situasi kelompok. Penyajian ini dipilih atas dasar, bahwa:

a.         Masalah karir, merupakan masalah umum bagi para siswa. Dengan penyelenggaraan bimbingan kelompok ini memberikan kemungkinan kesempatan pada siswa untuk memperoleh; self-direction, dan selfunderstanding, serta pengembangan rencana di masa datang.

b.         Dalam bimbingan kelompok ini dapat memilih di antara tiga bentuk, yaitu bimbingan kelompok bersifat informative, aktivitas kelompok, dan penyembuhan (Nana Syaodih, 1977, dalam Ruslan A(2012: 15).

c.         Hasil bimbingan kelompok ini, merupakan bahan dalam bimbingan individual atau penyuluhan, khususnya penyuluhan karir. Kelompok di sisni maksudnya, perlu dibedakan dari: masa, kerumunan orang atau kolektif, yang hanya terikat oleh tujuan bersama, kebutuhan bersama, dan saling berinteraksi.

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

A.      Kesimpulan

Bimbingan karier adalah kegiatan  birnbingan yang diberikan kepada siswa untuk memilih, menyiapkan diri, mencari,  dan menyesuaikan diri  terhadap  karier yang  sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya sehingga dapat mengernbangkan dirinya secara optimal sehingga dapat menemukan karier dan melaksanakan karier yang efektif  dan memberi kepuasan dan kelayakan.

Secara umum tujuan diselenggarakannya Bimbingan Karier di sekolah ialah membantu siswa dalam pemahaman dirinya dan lingkungannya, dalam pengambilan keputusan, perencanaan,dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju  kepada  karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya. Sedangkan, tujuan khusus dari diselenggarakannya bimbingan karier  adalah:

1.        Meningkatkan  pemahaman  diri siswa.

2.        Meningkatkan  pengetahuan siswa  tentang dunia kerja.

3.        Membina sikap yang serasi terhadap partisipasi dalam dunia kerja dan terhadap usaha dalam mempersiapkan diri dari  suatu jabatan.

4.        Meningkatkan kemahiran berpikir agar mampu mengambil keputusan tentang jabatan dan melaksanakan  keputusan  itu.

5.        Mengembangkan nilai-nilai sehuburgan dengan gaya hidup yang dicita- citakan, termasuk jabatan. Menopang kemampuan berkomusikasi dan bekerja sarna.

Sedangkan fungsi  bimbingan  karier adalah  sebagi berikut:


1.        Fungsi persiapan

2.        Fungsi pencegahan

3.        Fungsi penempatan dan penyaluran

4.        Fungsi penyesuaian

5.        Fungsi pengembangan


DAFTAR PUSTAKA

Karneli, Yeni. 1998. Bimbingan Karir Sebagai Upaya Membantu Kesiapan Siswa Dalam Memasuki Dunia Kerja. Tersedia di http//id. Shavoong.com// Diakses pada pukul 13.35 WIB tanggal 1 Juni 2022.

Siswohardjono, Aryatmi. 1990. Perspektif Bimbingan Konseling dan Penerapanya di  Berbagai Institusi. Semarang: Satya Wacana

Sukardi, Dewa Ketut. 1987. Bimbingan Karir di Sekolah-Sekolah. Jakarta: Balai Pustaka

Winkel, W.S. 1997. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jkarta: PT Gramedia

Zunker, Vernon G. 1981. Career, Counseling, Applied Consept of Life Planning. Belmont: Wadsworth Inc.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Penerapan komputer dibidang Pendidikan

  MAKALAH PENGGUNAAN KOMPUTER DI BIDANG PENDIDIKAN     Disusun oleh: Nama: ARIF RAHMAN NIM : 1118R0669 Mata Kuliah: Komputer dan Masyarakat SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER HIMSYA SEMARANG 2020   KATA PENGANTAR Puji dan syukur Kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, karunia dan hidayah-Nya, sehingga Kami  mampu menyusun dan menyelesaikan makalah ini. Makalah ini Kami susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Komputer dan Masyarakat yang diberikan oleh Dosen Muhammad Syauqi,S.Kom. pada Program study Sistem Informasi di STMIK HIMSYA SEMARANG. Kami  berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi Mahasiswa khususnya prodi Sistem Informasi (SI). Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih memiliki banyak sekali kekurangan dan kekeliruan. Oleh karena itu Kami sangat  mengharapkan kritik dan saran dari pembaca terutama ke...

Makalah Sistem Operasi Chrome

MAKALAH SISTEM OPERASI CHROME Disusun oleh : Nama   : Arif Rahman NIM    : 1118R0669 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER HIMSYA SEMARANG 2020 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Penulis panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah tentang sistem operasi chrome ini. Makalah ini sudah selesai penulis susun dengan maksimal dengan bantuan pertolongan dari berbagai pihak sehingga bisa memperlancar pembuatan makalah tentang sistem operasi chrome ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut berkontribusi didalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari seutuhnya bahwa masih jauh dari kata sempurna baik dari segi susunan kal...

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) PERTEMUAN 10

Assalamualaikum Wr. Wb. Sebelum masuk ke video presentasi yang saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi di STMIK HIMSYA SEMARANG. Saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu: NAMA      : ARIF RAHMAN NIM          : 1118R0669 PRODI      : S1 SISTEM INFORMASI MAKUL   : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DOSEN    : SEPTIA LUTFI, S. Kom., M. Kom. Agar lebih tau apa itu SIA, langsung saja simak video dibawah ini 👇👇👇👇👇 SEMOGA BERMANFAAT!!!